Tragedi Sepak Bola Kanjuruhan, Indonesia Berduka – Pengin Tau
Tragedi Sepak Bola Kanjuruhan, Indonesia Berduka

Tragedi Sepak Bola Kanjuruhan, Indonesia Berduka

Minggu Pagi (2 Oktober 2022) Informasi mengenai Tragedi Kanjuruhan muncul begitu saja di Beranda semua media social. Semua konten foto, video, ucapan hingga data statistik menggambarkan Tragedi Sepak Bola Kanjuruhan. Tentunya Indonesia bahkan dunia berduka.
Berdasarkan informasi yang beredar banyak opini penyebab ratusan orang meninggal dalam waktu semalam.

1. Suporter Bentrok

Berdasarkan beberapa informasi, ada yang bilang suporter Arema tidak terima dengan kekalahan tim kesayangannya. Mereka turun ke Lapangan untuk menunjukkan rasa kecewa kepada para pemain. Namun, hal ini memicu banyak suporter lain yang ikut turun.

2. Gas Air Mata

Petugas keamanan melihat kondisi ini mereka langsung turun dan menggiring suporter untuk kembali ke tribun (tidak melakukan hal anarkis di lapangan) apalagi membahayakan para pemain. Tapi melihat kondisi yang tidak memungkinkan mereka akhirnya membubarkan dengan menjatuhkan Gas air Mata. Spontan semua audien langsung menghambur untuk mencari pintu keluar.

3. Mabok

Pada 2 kondisi opini ini, beberapa audiens merasa tidak terima karena di lempari Gas Air Mata sehingga mereka terus anarkis dengan membakar dan merusak. Bahkan beberapa opini juga bicara bahwa ada beberapa oknum yang kondisinya mabok sehingga tidak bisa menguasai diri.

Dari banyak sisi yang saling membela diri, dari aparat menyatakan apa yang dilakukan sesuai prosuder. Padahal sudah jelas peraturan FIFA dilarang menggunakan gas air matas saat menangani kisruh supporter atau pengunjung yang berdesak-desakan. Ada yang menyatakan dari pihak keamanan untuk di majukan acaranya dan ada pula dari stasiun TV untuk tetap sesuai jadwal tayang. semua demi rating tidak memikirkan nyawa supporter. sampai akhirnya komentator liga 1 pun undur diri karena tahu kondisi yang sebenarnya terjadi. Tidak mau  ada peristiwa semacam ini terulang kembali.

Pada beberapa kondisi ini, jelas bahwa kondisi menjadi semakin carut marut saat semua audien harus keluar dari Stadion. Kebanyakan mereka meninggal karena terinjak, tertindih, terjepit atau bahkan sesak karena Gas Air Mata. Kejadian ini menjadi luka terdalam bagi Indonesia.
Turut Berduka Cita atas kejadian yang menimpa keluarga, sanak saudara dan handai Taulan. Semoga yang ditinggalkan di berikan ketabahan. Semoga tidak adalagi kejadian serupa di Indonesia.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published.